Jasa Pengendalian Hama

Администратори

Потвърдени гости

Jasa Pengendalian Hama
Информация за събитието
Категория:
Местоположение:
Paris
Час:
From : Събота, 15 Октомври 2016 07:00
Until : Петък, 28 Октомври 2016 12:00
Свободни места:
Неограничен брой места
Създател на събитието:

Детайли на събитието

Dalam budidaya pertanian baik pada padi, jagung, singkong, kacang tanah, tebu serta lain sebagainya kita senantiasa menginginkan hasil yang paling baik. Tetapi pastinya itu bukannya akan tidak menjumpai masalah sekalipun, tetapi kerapkali petani juga dihadapkan pada tantangan serangan opt yang satu diantaranya dikarenakan oleh tikus, hewan pengerat yang mengonsumsi semua makanan (omnivora) yang dapat menyebabkan kerugian cukup besar pengendalian hama. Lantaran keragaman komoditi mengakibatkan terwujudnya lingkungan yang senantiasa untungkan untuk kehidupan serta perubahan tikus

Sebagian type tikus bisa kita kenali seperti Rattus argentiventer, Rattus exultant serta Rattus norvegikus. Pada tempat sawah biasanya yang kerap kita jumpai yaitu Rattus argentiventer, yang biasanya berwarna kelabu (gelap) dengan dada berwarna agak keputihan. Panjang keseluruhnya beragam pada 270-370 mm, dengan panjang ekor sama atau lebih pendek dari panjang tubuhnya. Tikus ini mulai tumbuh biak dari usia 1, 5 – 5 bln. sesudah kawin, dengan saat bunting 21 hari.

Pada seekor tikus betina dapat kawin kembali cuma dalam tempo 48 jam (2 hari) sesudah melahirkan, dan dapat hamil serta menyusui kurun waktu yang berbarengan dengan kelahiran rata-rata anak tikus sejumlah 10 ekor per kelahiran. Tiap-tiap anak tikus yang dilahirkan dapat di pastikan terlahir hidup serta tumbuh jadi dewasa, lantaran ini sesuai sama keadaan di mana ada hubungan dengan aspek jumlah makanan yang ada di lingkungan ketika itu.

Baca Juga : www.bisnisrumahanpemula.com/peluang-jasa-anti-rayap/

Atau sebagai deskripsinya di mana jumlah makanan melimpah, jadi induk tikus bakal melahirkan anak yang banyak demikian halnya demikian sebaliknya. Jadi tak ada anak tikus yang mati kelaparan lantaran kekurangan makanan, karenanya telah diukur dengan ketersediaan di lingkungannya (tanggapan penyesuaian yang baik). Hingga kepadatan populasi hama tikus bisa stabil.

Dari hasil riset, mengerti dinamika populasi tikus bakal begitu menolong untuk mengatasinya. Pada ekosistem sawah irigasi, kalau tingkat kerapatan populasi tikus sawah (Rattus argentiventer) berfluktuatif begitu tajam dengan tingkat kerapatan populasi lebih tinggi waktu periode bera. Pada satu musim tanam berlangsung satu kali puncak populasi, jadi dengan system padi-padi-bera bakal berlangsung 2 x puncak populasi.

Serta tikus sawah (Rattus argentiventer) adalah spesies yang menguasai sampai 98%, daripada type tikus lain yang di ketahui hidup di ekosistem sawah irigasi. Dapat dipikirkan bila satu ekor tikus betina saja dalam satu musim dapat hamil 6-8 kali, jadi bakal mempunyai potensi melahirkan anakan tikus 60-80 ekor per satu musimnya.

Sungguh jumlah populasi yang dapat melahap bisnis jasa anti rayap serta merugikan kurun waktu yang tidak seberapa lama untuk mengakibatkan kerusakan tempat pertanian kita. Terlebih tikus termasuk juga hama yang sedikit susah dikendalikan, lantaran dengan mempunyai indra penciuman, peraba serta pendengarannya yang tajam, dan kekuatan gerakan waktu lakukan aktivitas aktif pada malam hari juga dituntun oleh misai serta bulu-bulu yang tumbuh panjang, mereka mempunyai kekuatan penyesuaian yang tinggi.

Mereka juga mempunyai kekuatan memanjat, jalan di bagian yang vertikal, merayap pada kabel, melompat sampai ketinggian 30 cm pada bagian horisontal, berenang, serta tak cedera walau terjatuh dari ketinggian 10 mtr..

Lingkungan yang paling disenangi tikus untuk tinggal umumnya di tempat yang ketersediaan makanannya cukup serta di beberapa daerah semak sebagai tempat perlindungan, yang mempunyai macam vegetasi lantaran mereka begitu menyenanginya seperti tanggul-tanggul irigasi serta perkampungan. Mereka juga pintar bikin liang sebagai sarangnya, untuk tempat berlindung, melahirkan anaknya serta menumpuk makanan.

Tikus juga mempunyai kecerdasan yang cukup hanya kekuatan membuat perlindungan diri dari bahaya yang muncul, waktu melahirkan mereka bakal tutup lubang pintu dengan tanah galian serta bakal keluar apabila anak-anaknya telah mulai besar dapat bergerak sendiri. Serta mereka juga tidak selamanya berdiam di liangnya waktu ketersediaan makanan sedikit atau di waktu berlangsung banjir, mereka bakal mengembara bikin liang baru sebagai sarangnya. Serta uniknya liang sarang yang ditinggalkannya akan tidak dipakai oleh grup tikus lain, terkecuali cuma untuk berteduh serta berlindung sesaat.

Ref :

https://www.behance.net/gallery/43926745/Jasa-Pest-Control-dan-Pengusir-Lalat-Ampuh

http://www.purevolume.com/listeners/SiomayEnak/posts/5203150/Pest+Control+di+Bali+Semarang+dan+Batam

Местоположение на картата

Зарежда картата...